Mendewakan Pelaku Perbudakan

Kalau orang mengambil barang orang lain, tidak cukup si pencuri hanya mengembalikan barang yang dia ambil. harus dihukum.

Misalnya, ada orang yang mengambil kemerdekaan Orang Lain, tidak cukup si pencuri hanya mengembalikan kemerdekaan yang dia ambil. Harus dihukum.

Pencuri yang mengembalikan barang yang dia curi juga bukanlah orang hebat yang layak dipuji karena sudah selayaknya dia mengembalikan sesuatu yang bukan milik dia.

Jadi, pencuri yang mengembalikan kemerdekaan yang dia curi bukanlah orang hebat yang layak dipuji karena sudah selayaknya dia mengembalikan kemerdekaan yang bukan milik dia.

Pencuri yang mengembalikan barang yang dia curi tidak membuat kesalahan dia jadi hilang, hukumanlah yang akan mengembalikan reputasi si pencuri ke kondisi semula.

Pencuri yang mengembalikan kemerdekaan yang dia curi tidak membuat kesalahan dia jadi hilang, hukumanlah yang akan mengembalikan reputasi si pencuri ke kondisi semula.

Orang yang mencuri itu merusak reputasinya sendiri, sama seperti mobil yang ugal-ugalan lalu menabrak pagar, merusak badannya sendiri, agar badan mobil mulus kembali perlu diketok di bengkel, seperti itulah pencuri, agar reputasinya kembali bagus, perlu diketok di penjara.

Jadi, pencuri tidak cukup mengembalikan barang cuciannya saja, harus dihukum. dan pencuri yang sekadar mengembalikan barang curian tidak layak dipuji – puji.
Memangnya teman sekalian akan memuji para koruptor yang mengembalikan uang rakyat yang mereka curi lalu mereka lenggang kakung tanpa dihukum?

Itu baru satu hal, yang hendak saya bahas sebenarnya ini, pencuri kemerdekaan Orang Lain.
Teman mungkin memperhatikan bila saya mengulang tiga paragraf Pertama, kata ‘barang’ saya ganti dengan kata ‘kemerdekaan’.

Bagaimana menurut teman mengenai pencuri kemerdekaan Orang Lain?
pelaku perbudakan telah mencuri kemerdekaan orang lain. Pelaku perbudakan adalah pencuri paling kejam.

Saya kira tidak cukup bagi pelaku pencuri kemerdekaan ini hanya mengembalikan kemerdekaan Orang yang mereka curi, Sekadar dengan mengumumkan pembebasan para budak yang mereka rampas Kemerdekaannya lalu mendapat pujian.

Para pencuri ini harus dihukum.

Karena itu saya heran dengan kelakuan para pencuri kemerdekaan ini yang membuat diri mereka menjadi pahlawan hanya dengan mengembalikan kemerdekaan manusia yang mereka curi tanpa menerima hukuman.

Mereka membangun peradaban mereka diatas perbudakan manusia lain, manusia yang mereka anggap terbelakang, dalam hal ini, memperbudak orang Afrika.

Iya, saya bicara soal Amerika Serikat.

image

Orang Eropa membangun peradaban mereka di Amerika dan Eropa dengan membawa tetangga mereka orang Afrika yang mereka anggap terbelakang sebagai budak.

Mereka mencuri kemerdekaan, lalu mengembalikannya, lalu mendapat pujian tanpa merasakan hukuman atas kejahatan mereka.

Lalu ada indon yang memuji setinggi langit peradaban berdasar perbudakan ini.

Indon, mereka tidak tahu bahwa orang Eropa meninggikan diri mereka sendiri dan memandang rendah orang lain termasuk indon sehingga bila yang bertetangga dengan Eropa itu adalah nusantara maka nenek moyang indon lah yang akan diperbudak dan bukan orang Afrika.

Kasihanilah diri kalian sendiri, indon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s